Mengidentifikasi Radang Usus Buntu – Mengidentifikasi adanya penyakit radang usus buntu pada tubuh manusia sangat mudah untuk Anda ketahui. Usus buntu (appendix) diketahui memiliki fungsi sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin yaitu kekebalan tubuh dimana usus tersebut berisi kelenjar limfoid.

Mengidentifikasi Radang Usus Buntu

Radang usus buntu atau dikenal dengan Appendicitis. Di mana usus buntu telah mengalami peradangan hingga membuatnya rentan pecah. Usus buntu kerap terjadi akibat gaya hidup manusia yang kurang sehat.

Dokter spesialis usus buntu mengidentifikasi pasien yang mengalami radang usus buntu dengan menekan perut kanan bawah. Dengan menjelaskan beberapa tanda lainnya kepada pasien seperti mual, muntah, demam ringan, pembengkakan pada perut, dan akan terasa sakit jika bergerak yaitu dari atas pusar menuju sisi kanan bawah perut.

Usus buntu yang telah teridentfikasi oleh dokter spesialis usus buntu akan melakukan tindakan dengan operasi atau bedah jika hambatan usus buntu sudah menyeluruh dan dalam kondisi darurat. Saat seperti ini yang bertanggung jawab untuk melakukan operasi adalah Dokter bedah digestif.

Apa Itu Bedah Digestif?

Bedah digestif merupakan bedah yang dilakukan pada sistem saluran pencernaan. Merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada terapi dari aspek pembedahan terhadap permasalahan kompleks di saluran pencernaan. Nah, bidang keahlian ini terbagi menjadi 3, yaitu Upper Gastrointestinal ( saluran cerna atas ), Colorectal ( saluran cerna bawah), dan Hepato – pancreato – billier (hati atau liver, pancreas, dan empedu).

Terapi paling tepat untuk usus buntu yang sudah meradang adalah dengan pembedahan appendektomi. Bedah digestif untuk usus buntu ada 2 metode yaitu, operasi konvesional (open appendektomi) dan operasi modern atau minimal invansive (laparoskopik appendektomi).

Tingkat keparahan usus buntu yang dapat Anda lihat mulai dari yang ringan hingga berat yaitu, appendisis kronik – appendistis akut suppurativa – appendicitis gangrenosa – appendicitis perforasi dengan lokal peritonitis – appendicitis perforasi dengan peritonitis umum.

Perlu Anda ketahui bahwa usus buntu bukanlah penyakit yang dapat dicegah. Radang usus buntu ini jika tidak ditangani dengan orang yang tepat maka bisa berakibat kerusakan fungsi organ tubuh seperti hati, ginjal, paru, dan otak. Bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderita radang usus buntu.

Dokter spesialis usus buntu dengan Dokter bedah digestif akan berusaha untuk memberikan tindakan yang cepat dan tepat dengan bantuan para medis lainnya agar usus buntu dapat disembuhkan dengan baik.

Nah, untuk itu Anda ubah pola hidup Anda lebih sehat. Apalagi bagi Anda yang berumur 10 hingga 30 tahun, umur yang rentan terserah usus buntu.