Standarisasi Kemasan Makanan Yang Baik – Kemasan merupakan komponen penting dalam sebuah produk makanan. Selain untuk melindungi produk dan lebih praktis, kemasan juga biasanya memuat informasi mengenai makanan tersebut. Umumnya, pada kemasan makanan kalian akan menemukan identitas makanan, komposisi, informasi produsen dan promosi.

Tidak semua kemasan pada makanan itu baik, karena ada juga kemasan yang menggunakan bahan – bahan yang sebenarnya kurang baik untuk mengemas makanan. Adapun kualitas dan keamanan dari kemasan makanan sendiri bergantung pada mutunya, terdapat kemasan makanan primer, skunder, dan tertier. Maka dari itu pemerintah menerbitkan peraturan mengenai cetak kemasan makanan, yang bertujuan untuk melindungi para konsumen dari bahaya.

Standarisasi Kemasan Makanan Yang Baik

Direktorat standarisasi produk pada pangan, telah mengembangkan standarisasi produk – produk makanan di indonesia, termasuk dalam permasalahan cetak kemasan makanan dengan sembarang. Standarisasi kemasan makanan ini sangatlah penting untuk dilakukan, dengan tujuan menjaga kualitas produk makanan di indonesia agar bisa bersaing dengan produk – produk dari luar. Para produsen pun sudah diwajibkan untuk selalu menjaga kualitas dari kemasan makanan mereka.

Pada dasarnya peraturan mengenai cetak kemasan makanan ditinjau dari bahan dasar kemasan makanan itu sendiri. Para produsen dihimbau untuk selalu mempertimbangkan sifat toksik bahan utama kemasan makanan agar tidak membahayakan konsumen. Sehubung dengan keamanan kemasan, terdapat beberapa persyaratan yang telah ditetapkan, diantaranya :

1. Jenis bahan makanan yang digunakan dan yang dilarang

2. Bahan – bahan tambahan yang diperbolehkan dan dilarang untuk kemasan makanan

3. Pencemaran

4. Residu

Sampai saat ini, pemerintah indonesia masih terus mengembangkan peraturan untuk cetak kemasan makanan. Sifat dari peraturan ini pun masih terus dikembangkan, dan akan terus mengalami perubahan seiring dengan berkembangnya teknologi. Maka, ketika peraturan mengenai kemasan telah terikat dengan badan hukum, keamanan masyarakat dan produsen pun akan lebih terjamin lagi dari berbagai aspek.

Peraturan internasional mengenai kemasan

Selain indonesia, ada juga peraturan untuk cetak kemasan makanan secara internasional. Tentunya peraturan ini berlaku secara global di seluruh dunia. Peraturan kemasan makanan di internasional sejauh ini selalu mengacu pada negara Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Malaysia. Sementara itu, di indonesia belum terdapat rincian mengenai bahan kemasan makanan apa saja yang di izinkan untuk di pakai.

Di Amerika Serikat, produsen yang ingin cetak kemasan makanan dengan menggunakan bahan dasar plastik selalu dalam pengawasan FDA. Lembaga ini biasanya memantau apakah kemasan makanan plastik itu aman atau tidak untuk konsumen. Beberapa hal telah di pertimbangkan seperti aditif yang digunakan, komposisi, kondisi pada pemakaian, pelabelan, hingga data peracunan sisa monomer.

Uni Eropa pun juga demikian, penggunaan kemasan makanan plastik terus di perhatikan, terutama mengenai daya peracunan. Beberapa negara seperti Jerman, Prancis, Belanda, hingga Jepang juga menerapkan aturan – aturan tersendiri mengenai kemasan makanan.

Kesimpulan

Dengan fakta – fakta mengenai cetak kemasan makanan tadi, sudah seharusnya pemerintah Indonesia lebih memperhatikan bagaimana kemasan yang beredar pada masyarakat. Dengan selalu memperhatikan kualitas kemasan, maka produk – produk pangan di indonesia pun tidak akan kalah saing dengan produk – produk luar negeri.

Adanya peraturan resmi dari pemerintah mengenai kemasan makanan diharapkan dapat dijadikan acuan bagi konsumen maupun produsen, sehingga tidak akan terjadi persaingan yang tidak sehat antar sesama industri kemasan makanan, baik dari segi kualitas ataupun segi harga.